Jenis Karangan Narasi

Diposting pada

Pengertian Narasi

Pengertian Narasi adalah suatu uraian yang menceritakan sesuatu atau rangkaian peristiwa, tindakan, keadaan, secara berurutan dari awal sampai akhir sehingga dapat terlihat rangkaian hubungan di antaranya. Sedangkan menurut Ismail Marahimin (1994: 93), konsep narasi adalah cerita yang tersusun dari rangkaian peristiwa/peristiwa, yang di dalamnya terdapat tokoh-tokoh yang dihadapkan pada konflik.

Dari dua definisi di atas, dapat disimpulkan bahwa narasi adalah jenis pengembangan paragraf di mana serangkaian peristiwa yang dialami karakter dari waktu ke waktu dijelaskan dalam urutan awal, tengah, dan akhir. Cerita juga merupakan karangan yang disajikan berdasarkan alur atau plot, yang meliputi peristiwa, karakter, dan konflik. Pola Pengembangan Narasi.

Baca Juga :  Apresiasi Seni

Menurut Semi (dalam Suparno dan Yunus, 2008), penulisan naratif biasanya memiliki pola. Pola sederhananya adalah awal acara, pertengahan acara, dan akhir acara. Awal cerita berisi pendahuluan, yang memperkenalkan suasana dan karakter.

Awal harus menarik sehingga Anda dapat melibatkan pembaca. Dengan kata lain, bagian ini memiliki fungsi khusus untuk membuat pembaca penasaran dengan apa yang akan terjadi selanjutnya. Bagian tengah adalah bagian yang menjelaskan kejadian secara detail.

Pada bagian ini, penulis membahas konflik. Kemudian konflik bergerak menuju klimaks cerita. Begitu konflik mencapai klimaksnya, cerita secara bertahap akan menurun. Bagian terakhir dari cerita untuk menyerah memiliki cara yang berbeda untuk meletakkannya.

Beberapa menceritakan sebuah cerita panjang, yang lain pendek, beberapa mencoba untuk mempertahankan akhir cerita dengan membiarkan pembaca menebak sendiri.

Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa perkembangan menulis dengan teknik naratif terjadi dengan menghadirkan rangkaian peristiwa yang terjadi secara kronologis.

Teknik pengembangan naratif diidentikkan dengan storytelling karena teknik ini biasanya selalu digunakan untuk menyampaikan sebuah cerita.

Esai yang berbentuk cerita umumnya fiksi. Namun, teknik mendongeng ini tidak hanya digunakan untuk menulis fiksi. Teknik mendongeng ini juga bisa digunakan untuk menulis nonfiksi.


Ciri – Ciri Karangan Narasi

Ciri-ciri karangan narasi adalah:

  • Sorot item tindakan atau tindakan.
  • Diurutkan secara kronologis.
  • Saya mencoba menjawab pertanyaan, apa yang terjadi?
  • Ada konflik. Cerita tersusun dari sebuah cerita.

Plot ini tidak akan menarik jika tidak ada konflik. Selain plot, cerita dibangun melalui konflik dan urutan kronologis.

Ciri-ciri cerita yang lebih lengkap lagi-lagi diungkapkan oleh Atar Semi, yaitu sebagai berikut.

  1. Berupa cerita tentang peristiwa atau pengalaman pengarang.
  2. Peristiwa atau peristiwa yang disampaikan dalam bentuk peristiwa yang benar-benar terjadi dapat murni imajiner atau kombinasi keduanya.
  3. Berbasis konflik, karena tanda-tanda konflik seringkali berupa cerita yang tidak menarik.
  4. Memiliki nilai estetika.
  5. Tekankan urutan kronologis.

Baca Juga :  Apresiasi Seni Rupa


Jenis – Jenis Tulisan Narasi

  1. Cerita Eksplanasi (Kisah Nyata)

Explanatory history adalah cerita yang bertujuan untuk menyampaikan informasi yang akurat tentang suatu peristiwa dengan tujuan untuk menambah pengetahuan masyarakat tentang cerita itu sendiri. Penulis menceritakan peristiwa data nyata. Eksposur juga berlaku untuk penulisan cerita ekspor. Berdasarkan fakta yang ada, tidak mengandung unsur sugestif atau objektif.

Baca Juga :  Pengertian Karangan Narasi

Cerita eksplanasi bertujuan untuk membangkitkan pikiran dan menemukan apa yang diceritakan. Tujuan utamanya adalah proporsi. Cerita penjelas bersifat khas atau khusus. Cerpen adalah jenis karangan narasi yang mengutamakan kisah nyata tokoh yang diceritakan.

  1. Sejarah Sugestif (Sejarah Artistik)

Cerita sugestif adalah cerita yang mencoba memberikan tujuan tertentu, cerita sugestif juga terkait dengan tindakan atau tindakan yang diorganisasikan dalam suatu peristiwa atau peristiwa.

Dalam cerita ini, penulis menggunakan imajinasinya untuk menghidupkan sebuah cerita.

Struktur Narasi

Struktur narasi dapat dilihat dari komponen-komponennya, yaitu: tindakan, penokohan, latar, dan sudut pandang. Namun dapat juga dianalisis berdasarkan alur naratifnya. Berdasarkan bagian-bagian alurnya, yaitu: bagian pendahuluan, bagian pengembangan dan bagian pembubaran. Bagian akhir, akhir dari suatu tindakan, titik yang menandai akhir dari suatu tindakan.

Baca Juga :  Faktor dan Tujuan Negosiasi Utama

Pada prinsipnya akhir suatu cerita (narasi) ditentukan oleh pengarangnya sendiri. Apalagi dengan cerita penjelas, pengarang menentukan interpretasinya. Dalam hal ini pemecahan masalah dapat mengikuti tindakan atau tindakan yang dilakukan oleh tokoh itu sendiri.

Berbeda dengan cerita eksplanatori, akhir cerita dalam cerita sugestif bisa diserahkan kepada penulis dan juga pembaca. Oleh karena itu, akhir dari sebuah cerita dapat diselesaikan oleh penulis atau diserahkan kepada pembaca.

Demikian Pembahasan dari kami tentang Jenis Karangan Narasi, Jenis dan Struktur secara lengkap dan jelas, semoga bermanfaat sobat sumur.id